16 Oktober 2008

rasa itu ternyata masih ada...

rasa itu ternyata masih ada, biarpun tidak disirami kasih dan tidak dipupuki rindu, rasa itu ternyata masih ada. tidak berkembang semakin besar, tetap seukuran saat rasa itu mulai ada. berpuluh-puluh tahun yang lalu, saat kita masih bertemu setiap hari, hingga kita bertemu beberapa minggu sekali, bicara seru hingga embun pagi merangkak keluar diam-diam.

aku selalu tau aku punya ketergantungan tinggi padamu, aku punya setumpuk bukti di memori kepalaku. aku selalu tau aku akan terbuka padamu, ceritaku sudah setebal buku diari. aku selalu tau aku akan merindukanmu, terutama saat kamu tiba-tiba pergi jauh.

aku tau kita tidak harus memiliki, karena tidak ada yang perlu diakhiri. aku hanya baru mengetahui bahwa rasa itu masih ada, dan aku bersyukur padaNYA untuk itu. aku tidak mengerti rasa itu harus kubahasakan apa, tidak ada kosa kata yang cocok untuknya, tidak ada perbandingan yang cocok untuknya.

aku hanya senang rasa itu masih ada... masih untukmu... tanpa perlu memilikimu... tanpa perlu menyakitimu... tanpa perlu memusingkanmu... aku ingin membiarkannya tetap begitu...

2 komentar:

Anonim mengatakan...

hah??? apa ini???

hmmmmmmm........ coba di elaborasi!

indah yuliana mengatakan...

hi dear,
i miss u too... a lot...
u never know that sometime your writing has always been my inspiration
terutama yang ini "rasa itu masih ada"...you're such a talented writer, know..
ia prut, keep fighting for your love, and try to make it balance between three aspecst, kognitif, konasi dan afeksi...he he he...maap jadi ngajarin...miss u prut